Pengakuan dosa


Pengakuan dosa adalah sebuah sakramen dalam gereja Katolik Roma, di Indonesia sakramen ini dilakukan oleh warga Katolik setidak-tidaknya satu kali dalam satu tahun, hal ini sesuai dengan lima perintah Gereja.

Secara praktek, pada masyarakat Indonesia, Gereja membuka kesempatan seluas-luasnya soal waktu pengakuan dosa, namun kegiatan diadakan secara massal menjelang hari raya Natal dan Paskah. Sakramen ini dilaksanakan agar umat katolik merasa siap, terutama secara rohaniah untuk menyambut hari raya Natal ataupun Paskah.

Teknis dari pelaksanaan pengakuan dosa di Indonesia tidak seperti yang dilakukan di film-film barat pada umumnya, melainkan kita diberi semacam teks panduan bagaimana langkah-langkah mengaku dosa (sering juga disebut dengan istilah bertobat). Teks tersebut kurang lebih berisi pertanyaan, kapan terakhir kali bertobat, dosa yang akan diakui, dan teks doa tobat, dan kerahasiaan dari dialog ritual pengakuan dosa tersebut dijamin kerahasiaannya.

i Dosa Menurut Teologi Protestan Dosa bisa juga diartikan sebagai ketidaktaatan terhadap kehendak Allah. Dalam kitab Kejadian 3:5, manusia jatuh ke dalam dosa karena ingin menjadi sama dengan Allah.

Akibat dosa: 1. Rusaknya hubungan harmonis dengan Allah, 2. Rusaknya hubungan harmonis dengan sesama (saling menyalahkan), 3. Menutupi diri (tidak lagi terbuka), 4. Saling meniadakan sesama, 5. Manusia harus bekerja lebih keras untuk dapat mencukupi kebutuhan hidupnya, 6. Hubungan manusia dengan alam menjadi rusak, 7. Manusia hidup dan diperbudak oleh dosa, 8. Manusia akan mendapat kematian karena murka Allah.







stock | retire | vm
Why are we here?
All text is available under the terms of the GNU Free Documentation License
This page is cache of Wikipedia. History